Nahjul Balaghah

Buku Nahj Al-BalaghahNahjul Balaghah adalah sebuah kitab susunan Sayid Syarif Radhi (Ulama terkemuka di bidang Sastra Arab dan Fiqih abad 4-H) yang berisi kumpulan khotbah, surat dan ucapan Ali bin Abi Thalib ra.

Khotbah-khotbah Ali bin Abi Thalib ra. dinilai dan dihormati sedemikian tingginya di dunia Islam, sehingga hanya dalam waktu seabad setelah wafatnya, khotbah-khotbah itu telah diajarkan dan dibacakan sebagai kata terakhir di da­lam Filsafat Tauhid, sebagai ceramah-ceramah bagi pembangunan watak, sebagai sumber inspirasi yang luhur, sebagai khotbah-khotbah meyakinkan ke arah takwa, sebagai mercu penunjuk ke arah kebenaran dan keadilan, sebagai karya pujian yang menakjubkan tentang Nabi Muhammad (saw) dan Al-Quran al-Karim, sebagai pembicaraan yang meyakinkan tentang nilai-nilai spiritual Islam, sebagai diskusi-diskusi yang menakjubkan tentang sifat-sifat Tuhan, sebagai karya utama kesusastraan, dan sebagai model seni retorika dan keterampilan berbahasa.

Buku Nahj Al-BalaghahKitab Nahjul Balaghah memiliki beragam topik penting, meliputi problem-problem besar metafisika, teologi, fiqih, tafsir, hadits, profetologi, imamah, etika, filsafat, sosial, sejarah, politik, administrasi, hak dan kewajiban warga, sains, retorika, puisi, literatur, dll.

Beberapa nasehat indah Ali bin Abi Thalib ra. yang bisa dilihat di dalam kitab ini antara lain:

Dalam masa kekacauan sosial, jadilah seperti unta remaja, yang tak berpunggung cukup kuat untuk ditunggangi dan tidak pula bersusu untuk diperah

Barangsiapa mengambil serakah sebagai kebiasaan, ia menurunkan harga dirinya sendiri; barangsiapa membeberkan kesukaran-kesukarannya, ia menyetujui penghinaan; dan barangsiapa memperkenankan lidahnya menguasai jiwanya, ia mengaibkan jiwanya.”

Kekikiran adalah malu; sifat pengecut adalah cacat; kemiskinan menggagalkan lelaki cerdas membela kasusnya; orang melarat adalah orang asing di kotanya sendiri.”

Ketidakmampuan adalah petaka; kesabaran adalah keberanian; zuhud adalah kekayaan; pengendalian diri adalah perisai (terhadap dosa); dan sahabat terbaik adalah penyerahan (kepada Allah).”

Pengetahuan adalah harta yang patut dimuliakan; perilaku baik adalah busanan baru; dan pikiran adalah cermin yang jernih.”

Pranala:

%d blogger menyukai ini: