Muhammad Prophet for Our Time oleh Karen Amstrong

Muhammad Prophet for Our Time oleh Karen AmstrongKaren Armstrong adalah penulis yang telah menghasilkan karya-karya gemilang tentang berbagai tradisi agama. Dalam setiap tulisannya, dia menampakkan kepiawaiannya menampilkan kajian yang rumit menjadi bahasan yang memikat dan mudah dimengerti. Penulis yang bermukim di Inggris itu kini menampilkan biografi Nabi Muhammad, yang tentunya membawakan tafsiran yang baru dan mengejutkan yang selalu menjadi kekhasannya.

Muhammad Prophet for Our Time oleh Karen AmstrongBiografi Nabi Muhammad ini ditulis Karen pertama kali sebagai respons terhadap fatwa Ayatullah Khomeini terhadap Salman Rushdie. Hingga saat itu, kebanyakan literatur barat menggambarkan Muhammad entah sebagai orang suci yang sempurna atau sebagai penipu ulung. Armstrong berdiri di tengahnya : Muhammad ditampilkannya sebagai seorang luar biasa berbakat, pemberani, dan kompleks. Diperlihatkannya pula betapa karakter dan ide-ide Nabi demikian kuat untuk mengubah sejarah secara drastis dan menarik jutaan pengikut.

Dengan mahir Karen menjalinkan di dalam narasinya jejak-jejak awal sejarah panjang permusuhan Barat terhadap Islam. Ditulis dengan riset yang kuat dan berdasarkan sumber-sumber berimbang, penggambara Karen tentang Nabi dengan latar kehadirannya tentu dapat pula mencerahkan pembaca dengan pemahaman baru tentang kejadian-kejadian di kancah politik internasional.

Komentar Atas Buku “Muhammad Prophet for Our Time”

Karen Armstrong konsisten untuk mengajak orang Barat memahami Muhammad tanpa prasangka dan kebencian… Armstrong juga ingin menampilkan Muhammad sebagai sosok paradigmatik yang datang kepada ‘dunia yang penuh cacat’
Jalaluddin Rakhmat

Karen menganalisis faktor-faktor teologis, sosial, ekonomi, militer, dan kultural yang membentuk sosok sang Nabi.”
The Boston Globe

Pranala:

E-book gratis lain di Pustaka Loka:

  • Sejarah Hidup Muhammad”, oleh Dr. Mohammad Hussein Haekal. Versi online dari buku ini dapat diihat di Blog Sejarah Muhammad dan di Media Isnet.
  • Abu Bakar As-Siddiq“, oleh Dr. Mohammad Hussein Haekal. Sejak masuk Islam, Abu Bakar As-Siddiq besar sekali hasratnya hendak membantu Nabi dalam berdakwah demi agama Allah dan membela kaum Muslimin. la lebih mencintai Rasulullah daripada dirinya sendiri, mendampinginya selalu dalam setiap peristiwa. Di samping itu, di samping iman yang begitu teguh akhlaknya pun sudah mendekati kesempurnaan, cintanya begitu besar kepada orang lain, paling dekat dan akrab kepada mereka.
  • Umar Bin Khattab“, oleh Dr. Mohammad Hussein Haekal. Dalam sejarah Islam, tak ada orang yang begitu sering disebut-sebut namanya — sesudah Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam seperti nama Umar bin Khattab. Nama itu disebut-sebut dengan penuh kagum dan sekaligus rasa hormat bila dihubungkan dengan segala yang diketahui orang tentang sifat-sifatnya dan bawaannya yang begitu agung dan cemerlang.
%d blogger menyukai ini: