Catatan Hati di Setiap Sujudku

Catatan di Setiap SujudkuMengapa dia berharap kepada selain Aku ketika dirinya sedang berada dalam kesulitan?
Padahal sesungguhnya kesulitan itu berada di tangan-Ku dan hanya Aku yang dapat menyingkirkannya.
Mengapa dia berharap kepada selain Aku dengan mengetuk pintu-pintu lain padahal pintu-pintu itu tertutup?
Padahal, hanya pintu-Ku yang terbuka bagi siapa pun yang berdoa memohon pertolongan dari-Ku… (hadist qudsi)

Di setiap udara yang kau temukan
Di sana akan kau jumpai Allah
Yang senantiasa mendengar doamu…

Catatan di Setiap SujudkuKomentar Atas Buku “Catatan Hati di Setiap Sujudku”

Membaca Catatan hati di Setiap Sujudku seperti menyusuri lorong-lorong keajaiban-Nya, membuat saya menangis dan bersujud lebih dalam (Ariesta Sabila, seorang istri)

Inspirasi dan semangatnya sedikit mengingatkan saya akan buku La Tahzan yang fenomenal itu (Helvy Tiana Rosa, Dosen Universitas Negeri Jakarta)

I have to say. That it’s fantastic how Asma Nadia writes and touches the readers feeling, it is not a common “gift”.?

It reminds me of one of my favourite classic writers: JaneAusten (author of the famous “Pride and Prejudice), who had always tried to write “from the heart” and showed the very high spirit of w ell-educated young woman (Dr. rer.nat. Kartika Senjarini)

Keterrangan Rinci:

Judul: Catatan Hati di Setiap Sujudku
Penulis : Asma Nadia dkk
(Asma Nadia, Beby Haryanti Dewi, Nita Chandra, Nanik Susanti, Anisa W, Nunik Utami, Susan S. Mada, Ami Rayata, Ummu Isyka, Ida Azuz)
No. ISBN: 9791367134
Penerbit: Lingkar Pena
Tahun: 2008
Jml Hal: 204

Pranala:

%d blogger menyukai ini: